Raisa Imbau Penggemar

Gelaran musik Raisa Live in Concert sudah dipublikasikan untuk dipending sampai waktu yang belum dipastikan sebab ada epidemi COVID-19. Konser itu semestinya diselenggarakan di Gelanggang olahraga Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat pada 28 November 2020.

Penangguhan itu dipublikasikan dengan cara sah oleh pelaksana sekaligus juga Raisa pada 8 September 2020 kemarin.

Dalam tayangan wartawan yang diterima detikcom pada Rabu (30/9/2020), Juni Concert untuk faksi pelaksana sudah buka mekanisme pengembalian uang ticket semenjak sehari sesudah penangguhan konser dipublikasikan, yaitu pada 9 September 2020.

Sampai sekarang ada seputar 10 ribu pemirsa sudah sukses mengembalikan dana (refund). Angka itu bermakna juga sekitar 48% dari jumlah 21 ribu ticket yang sukses dipasarkan awalnya.

Pada tayangan wartawan, Raisa serta pelaksana menyarankan supaya beberapa penontonnya segara lakukan proses pengembalian ticket. Karena belumlah ada kejelasan berkaitan kapan konser itu dapat diadakan.

Proses pengembalian dana tetap akan dilaksanakan sampai batasan waktu 9 November 2020. Melalui dari waktu yang telah dipastikan, dana yang telah dibayarkan untuk beli ticket tidak bisa lagi proses atau dipandang hangus.

“Jadi full refund potong ongkos admin. Bukan penangguhan yang bisa keep, ini full ticket dikembalikan. Jadi dalam dua bulan semuanya yang membeli ticket dapat verifikasi ke mitra kami loket.com untuk pengembalian ticket,” kata Adry Boim.

Awalnya, konser Raisa di Stadion Penting GBK pertama-tama direncanakan akan terwujud pada 27 Juni 2020. Sayangnya, epidemi virus Corona masuk di Indonesia serta mengakibatkan pelantun Kali Ke-2 itu harus tunda konsernya sampai November.

“Jika saya yakin ini yang paling baik untuk kita sekarang ini. Mengingat ada epidemi serta masalahnya naik terus. Kesehatan jadi concern penting kami, kami ingin berperan untuk meredam itu serta membuat angkanya tidak naik. Keadaannya force major ya, tidak dapat kita perkiraan awalnya,” jelas Raisa waktu itu.

Bikin Rumah Duit Belum Cukup

Dalam membuat satu rumah anggaran alias budget jadi salah satu perihal penting yang perlu dipikir. Sering anggaran yang dibutuhkan juga besar sekali, serta melebihi dana yang ada.

Tetapi jangan cemas, masih banyak pilihan yang dapat dilaksanakan untuk bangun rumah walau budgetnya minim. Cara itu dengan memakai ide rumah tumbuh.

CEO perusahaan arsitek Delution Muhammad Egha menjelaskan ide rumah tumbuh ialah ide rencana pembangunan rumah dengan cara berkepanjangan. Pembangunan dilaksanakan dengan dana yang telah ada serta diteruskan di masa datang.

“Yang pasti ini ialah rencana yang berkepanjangan, dimana waktu ingin membuat lagi itu tinggal lanjutin saja tidak perlu rombak ini itu. Karena itu perencanaannya ini penting. Bagaimana ia membuat, terus membenahi tersisa materialnya agar tidak mengganggu pemilik,” tutur Egha waktu terlibat perbincangan bersama-sama detikcom di kantornya, bilangan Bintaro, Tangerang Selatan.

“Lantas bagaimana waktu ingin lanjut tinggal lakukan tidak perlu rombak ini itu,” ucapnya.

Egha menjelaskan ide ini pernah dipakai di saat faksinya mengolah rumah The Twins di teritori Cipulir, Jakarta Selatan. Rumah itu memperoleh perhatian dunia internasional, serta memenangi salah satunya penghargaan pada tempat Artichizer Award.

Ia menceritakan sebelumnya, pemilik rumah The Twins cuma punyai anggaran pas-pasan Rp 150 juta untuk bangun rumah. Egha mengatakan, uang sejumlah itu tidak cukup, oleh karena itu faksinya tawarkan ide rumah berkembang.

Egha mengatakan sebenarnya ide ini seringkali didapati ditengah-tengah warga. Namun, banyak berlangsung perencanaannya kurang baik, hingga membuat ide ini tidak efektif.

Waktu sukses satu step ingin ke step selanjutnya ngebongkar dahulu ini itu baru bangun lagi,” papar Egha.

“Jadi tidak efektif, banyak ongkos terbuang jadi,” sambungnya.

Filosofi Kakak Beradik

The Twins, satu rumah mungil ditengah-tengah pemukiman padat ibu kota diganjar penghargaan dunia. Rumah yang terletak di salah satunya gang sempit di teritori Cipulir ini sukses mengundang perhatian dunia.

Sebab terletak di pemukiman padat, The Twins juga dibuat di tempat yang hanya seluas 70 mtr. persegi.

Perusahaan arsitek Delution, jadi faksi dibalik ciamiknya design The Twins yang sukses mengambil alih perhatian dunia. CEO Delution Muhammad Egha menceritakan rumah ini di inspirasi dari 2 orang kakak beradik, yang disebut pemilik rumah itu.

Egha menjelaskan ke-2 kakak beradik itu hidup bersama-sama pada sebuah rumah. Pergi dari sana, faksinya juga berpikir untuk mendesain serta membuat rumah itu berbentuk dua bangunan yang berdiri berdampingan pada sebuah petak.

“Jadi untuk menampung dua kakak beradik ini kami bikinlah The Twins, nah namanya kakak beradik kan hubungan dapat naik serta turun, karena itu kami bikin dua bangunan yang hanya terpisah 1 mtr. oleh satu pintu kaca” tutur Egha waktu terlibat perbincangan bersama-sama detikcom di kantornya, bilangan Bintaro, Tangerang Selatan.

Dua bangunan yang berdampingan ini juga menurut Egha seperti lambang jalinan kakak beradik. Ada saatnya sama-sama bersama-sama, tetapi ada pula waktu dimana kedua-duanya perlu waktu sendiri-sendiri.

“Jadi ibaratnya lagi geraman ingin sendiri-sendiri dapat ditutup (pintu pembatasnya), jika dibuka dapat satu lagi,” kata Egha.

Menurut Egha, yang ikut juga dalam team design The Twins, seperti melambatgkan kakak serta adik yang sedang bergandengan.

Dalam membuat suatu karya, Egha menjelaskan faksinya ingin membuat suatu hal yang ikonik. Tidak kecuali waktu mengolah rumah The Twins. Walau tempat The Twins ada di gang sempit, ia ingin rumah itu jadi ikonik ditengah-tengah lingkungannya.

Untuk info, rumah The Twins adalah project yang dikerjakan Egha serta teman-temannya semenjak 2018 serta usai pada tahun 2019. Rumah ini sukses menyapu penghargaan Small Architecture+ Small Living by People Choice pada tempat Artichizer Award 2020.

Rumah Jadi ‘Kantor’ Saat WFH

Ruang kerja spesial di dalam rumah benar-benar dibutuhkan untuk mendukung kerja dari rumah (work from home/WFH) semasa epidemi virus Corona. Ditambah lagi, situasi ini belum mengetahui akan berjalan sampai kapan.

Direktur PT Optima Karya Disain, Ika Yuni Purnama menjelaskan buat ruangan kerja di dalam rumah sebetulnya tidak memerlukan ongkos begitu mahal bila cuma manfaatkan ruang yang ada. Ruang yang dapat digunakan seperti kamar anak, sampai ruang tidak terpakai yang lain yang muat untuk barang penting seperti meja serta bangku.

“Seharusnya dengan anggaran saat ini lebih bagus pilih ruangan yang telah ada. Jadi diubah peranan, dirubah. Tidak harus luas yang perlu cukup satu meja atau dua meja untuk laptop. Bangku dapat dua atau satu, itu 3 x 3 cukup minimum,” kata Ika pada detikcom, Minggu (20/9/2020).

Bila demikian, yang dibutuhkan tinggal ongkos untuk keperluan furniture. Ongkosnya sendiri bergantung dari semasing tipe perlengkapan yang dipakai. Bila kualitas perlengkapan yang diambil tambah mahal, pasti ongkos yang dikeluarkan semakin lebih mahal.

“Ongkosnya dapat sesuai dengan design berkaitan furniture yang digunakan baru atau refinish dari yang lama,” katanya.

“Contohnya lantainya apa, dindingnya apa, sebab tiap material itu ada level harga. Tetapi jika telah melalui dari itu contohnya lantainya di lebih marmer, itu akan beda lagi,” tuturnya.

Hal yang juga sama disebutkan oleh Founder Pikat Architekt Bureau, Pikat Satriadji. Ia serta memprediksi untuk membuat ruang baru ukuran 3 x 3 dapat capai Rp 30 juta.

“Jadi jika ingin bangun baru jika hitungannya arsitektural contohnya buat 3 x 3 untuk bangun Rp 3,5 juta per mtr.. Jadi jika 3 x 3 itu 9 (meter), jadi dapat Rp 30 juta-an ke atas untuk buat ruangnya saja. Telah ada lantai, plafon, dinding, kita buat bangunan umumnya begitu. Untuk isi ruangnya, furnituree-nya itu beda lagi,” katanya dikontak terpisah.

Rumah di Gang Cipulir

Siapa kira rumah kecil di gang mengundang perhatian dunia. Rumah minimalis itu ada di Indonesia, persisnya di salah satunya gang teritori Cipulir, Jakarta Selatan.

Rumah itu dibuat oleh perusahaan arsitektur anak negeri, yaitu Delution. Merilis account Instagram @delution_architect, Minggu (13/9/2020) rumah yang dinamakan ‘The Twins’ sukses memenangkan kelompok Small Architecture+Small Living by People Choice.

The Twins berkompetisi dengan 5 ribu karya arsitektur yang tiba dari bertambah 100 negara di dunia. The Twins sendiri adalah project yang dibuat Delution semenjak 2018 serta usai 2019 kemarin.

Dari info yang berada di web sah Delution, rumah The Twins dibuat pada tempat seluas 70 mtr. persegi. Dibuat ditengah-tengah pemukiman padat masyarakat dengan luas bangunan 73 mtr. persegi.

Kekhasan yang lain dari rumah ini ialah ide pembangunannya yang diberi nama rumah tumbuh. Delution bangun rumah ini dengan cara setahap, terdiri dari tiga babak.

Lacak punyai lacak, walau mengundang perhatian warga dunia, pembangunan rumah ini hanya menelan dana Rp 450 juta. The Twins sendiri dibuat dalam tiga babak. Babak I dengan budget sejumlah Rp 150 juta. Selanjutnya di step II yang telah termasuk juga pembangunan atap habiskan budget sejumlah Rp 200 juta. Step paling akhir Rp 100 juta.

CEO Delution Muhammad Egha menerangkan faksinya memakai ide rumah tumbuh di saat membuat The Twins. Rumah dibuat setahap sesuai dengan dana yang telah ada.

The Twins, mempunyai dua bangunan dengan ukuran tidak sama. Satu rumah terbagi dalam dua kamar tidur dengan kamar mandi, dapur serta ruangan makan untuk 4 orang. Sesaat rumah yang satu lagi mempunyai kamar tidur dengan kamar mandi serta ruangan keluarga.

Rumah ini dibuat oleh 3 orang, yakni Muhammad Egha, Hezby Ryandi, serta Fahmy Desrizal. Mereka dibantu satu team tehnis yang terbagi dalam Haidar Majid serta Defi Andri.

Titip Dana Buat Kredit Properti

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN merencanakan mengalirkan credit sejumlah Rp 15 triliun di bulan ini. Credit itu datang dari peletakan dana pemerintah sejumlah Rp 5 triliun.

Pendistribusian credit dari peletakan dana pemerintah akan dinaikkan sampai Rp 30 triliun pada Desember kedepan.

Direktur Penting BTN Pahala N Mansury menguraikan, untuk September ini faksinya membidik pendistribusian KPR bantuan sejumlah Rp 5,2 triliun. Selanjutnya, di akhir tahun KPR bantuan yang dialirkan jadi Rp 8,2 triliun.

Sesaat, untuk KPR non bantuan direncanakan Rp 6 triliun pada Desember 2020. Ia katakan, fragmen ini perlahan lebih baik tetapi tidak sebagus KPR bantuan.

“Sesaat Rp 6 triliun memang jika melihat makin lama makin pendistribusian KPR fragmen non bantuan bertambah lebih baik tetapi memang sekarang ini belum sebagus fragmen bantuan,” tuturnya.

Sesaat, Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Paulus Totok Lusida menjelaskan, ditengah-tengah epidemi COVID-19 sekarang ini beberapa sub bagian property terpukul. Contoh, rumah komersil turun sekitar 50-80% serta perkantoran turun 74,6%.

“Cuma fragmen rumah bantuan yang bertahan waktu waktu epidemi COVID-19. Customer masih ketertarikan (khususnya di wilayah),” kata Totok dalam penjelasannya.

Karenanya faksinya memberi saran untuk menggerakkan bagian property. Ucapnya, pengurangan biaya PPh final sewa tanah serta bangunan dari 10% jadi 5% selama saat epidemi atau untuk periode waktu di antara 12-18 bulan. Lantas, pengurangan biaya PPh final jual Membeli tanah serta bangunan sebesar 2,5% jadi 1% serta pengurangan biaya PPN sebesar 10% jadi 5% dalam periode waktu yang serupa.

“Disamping itu, pembelian property, baik perseorangan atau tubuh usaha yang sumber dananya belum tertera dalam SPT dikenai pajak sebesar 5%. Serta setelah itu bisa dimasukkan pada dalam SPT untuk laporan pajak tahun selanjutnya,” kata Totok.

China Diminta Rem Beli Rumah

Ini dilaksanakan untuk mengangkat perkembangan mengonsumsi, hingga dapat merangsang ekonomi yang terpengaruh virus Corona (COVID-19).

Semenjak akhir Juni 2020, rasio leverage rumah tangga di China naik ke rekor paling tinggi. Ini berlangsung sebab kenaikan utang hipotek sesudah pemerintah berusaha menggerakkan perkembangan property untuk mengangkat perekonomian.

Memang, beban angsuran property untuk rumah tangga China naik tinggi yang selanjutnya mengganggu mengonsumsi swasta. Keterkaitannya, penghasilan perumahan turun ke daerah negatif tahun ini.

Masuk Agustus, Presiden Xi Jinping berusaha mengangkat perkembangan mengonsumsi rumah tangga serta property dengan cara bersama-sama. Tetapi, hal tersebut susah dilaksanakan. Masalahnya sekarang harga property turun tajam, yang dapat merusak sentimen customer. Tentu saja ini bersimpangan dengan yang pemerintah harap.

Di waktu yang serupa, penghasilan rumah tangga , turun 1,3% semester I-2020 ini, dibanding dengan peningkatan 5,8% pada 2019.

Tetapi, di bulan Agustus, untuk kali pertamanya tahun ini, pemasaran ritel tumbuh 0,5% dengan cara year on year.

Saat China alami kontraksi ekonomi, pemerintah selekasnya melapangkan limitasi di pasar property, yang memberi seperlima dari PDB China. Tetapi, selanjutnya hutang hipotek membesar, dengan utang rumah tangga kelas menengah ke atas capai rekor di bulan Juli.

Bukanlah biarkan pasar property membumbung bertambah jauh, kebijaksanaan pemerintah malah membuat harga makin rendah. Sesaat, dalam beberapa waktu paling akhir harga property pernah tumbuh, walau di bawah 5% dengan cara year on year. Reuters memprediksi harga rumah di China tumbuh 4,8% tahun ini, serta turun 3% pada tahun 2021.

“Kuncinya ialah memberikan orang uang untuk dibelanjakan. Dahulu sebab mode ekonomi kita, modal berperan semakin besar pada perkembangan ekonomi, serta kita nikmati bagian distribusi yang semakin besar. Orang kaya makin kaya, serta bank membuahkan uang banyak.

Mal Living Plaza Termegah

“Ini satu diantara tempat paling baik di tempat project kami dengan tempat seluas 14.910 mtr. persegi. Dibantu oleh perkembangan pembangunan tempat tinggal yang cepat, diperkirakan akan serah terima rumah pada Juni 2021 seputar 150 unit serta di akhir 2021 sekitar 497 unit. Ini ialah market share mal Living Plaza, seperti Ace Hardware, Informa, serta tenant yang lain,” sebut Susanto Ong dalam info tercatat, Selasa (29/9/2020).

Dengan diserahterimakannya tempat itu, dia mengharap berlangsungnya kolaborasi yang bagus di antara ke-2 faksi. Pembangunan mal Living Plaza bisa menjadi promo yang bagus untuk pemercepatan pembangunan project Podomoro Park. Kebalikannya, pemercepatan pembangunan project Podomoro Park akan meningkatkan kekuatan pasar yang akan belanja di mal Living Plaza.

Mal Living Plaza Termegah di Sunrise Properti

Ia menerangkan Living Plaza Podomoro Park ialah yang ke-2 di Bandung, tetapi yang pertama serta termegah di Bandung Selatan. Lihat besarnya kekuatan pasar di Podomoro Park, Sugiyanto akan mengaplikasikan ide One Setop Shopping untuk penuhi semua faktor keperluan warga.

Dengan diserahterimakannya tempat itu, dia mengharap berlangsungnya kolaborasi yang bagus di antara ke-2 faksi. Pembangunan mal Living Plaza bisa menjadi promo yang bagus untuk pemercepatan pembangunan project Podomoro Park. Kebalikannya, pemercepatan pembangunan project Podomoro Park akan meningkatkan kekuatan pasar yang akan belanja di mal Living Plaza.

Summarecon Mulai Pasarkan 600-an

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) mengeluarkan serta mulai buka pemasaran tiga cluster yang mempunyai seputar 600 unit rumah serta kavling di Summarecon Bogor. Unit itu dibandrol pada harga Rp 1,35 miliar sampai Rp 4,93 miliar.

Presiden Direktur SMRA, Adrianto P. Adhi akui optimistis mendapatkan tanggapan pasar yang bagus untuk jual unit-unit dalam Summarecon Bogor walau pada keadaan epidemi. Karena ini dilaksanakan untuk selalu jalankan usaha supaya roda ekonomi masih berjalan.

“Summarecon masih konsentrasi jalankan peningkatan usaha property serta kesibukan usaha yang dilaksanakan serta untuk masyarakat negara ingin memberi roda ekonomi sekaligus juga masih berjalan dalam waktu epidemi,” tutur Adrianto dalam press conference dengan cara virtual, Selasa (29/9/2020).

“Di waktu susah ini, sebenarnya dibalik sana ada opportunity. Itu yang sejauh ini Summarecon gali semenjak epidemi berlangsung. Usaha berasa berat, susah, tetapi terus semangat mengeduk kekuatan dapat mendapatkan opportunity,” paparnya.

Ada di tempat 500 hektar, teritori ini diperuntukkan buat warga yang ingin mempunyai first home dengan situasi yang asri.

“Keseluruhan investasi diprediksikan lebih dari Rp 20 triliun. Kita dalam proyek ini berpartner dengan Honda Imora Grup, kita mempunyai 51%, Honda 49%. Kita benar-benar mengucapkan syukur mendapatkan mitra yang mempunyai tanah di Summarecon Bogor ini,” tutur Herman.

Tiga Cluster yang Mulai Dijual

Mengenai Direktur PT Summarecon, S. Faksinya menggamit SWA, hadiprana, serta Denny Gondo dari studio air putih untuk meningkatkan teritori serta perumahan di Summarecon Bogor.

“Sekarang ini kita pasarkan 3 cluster ada 598 unit, kira-kira jika mudah disebutkan 600-an unit. Harga dari Rp 1,35 miliar sampai Rp 5 miliar. Ada 7 unit yang bertemu langsung dengan lapangan golf dipasarkan dengan skema lelang,” katanya.

“Kita telah membuka show unit dari tanggal 12 September serta akan membuka terus. Pada 17 Oktober dilaksanakan pendaftaran unit, serta dari 23 September telah pendaftaran. Jadi tidak salah buka langsung 3 cluster,” paparnya.

Bikin Hunian Mirip Rumah Tebet

Rumah mungil di Tebet, Jakarta Selatan yang namanya Splow House mengundang perhatian dunia.

Ke-2 rumah itu saling dikerjakan oleh perusahaan arsitek anak negeri Delution. Yang membuat Splow House menarik, ialah ide split house-nya yang dapat menyiasati ruangan sempit untuk membuat beberapa ruang di rumah.

Delution merekayasa tingkat lantai yang jika nampak di luar seperti rumah 2 lantai, tetapi didalamnya sebenarnya ada 3 lantai. CEO Delution Muhammad Egha menerangkan ide itu ialah implikasi style mezanine di rumah yang bertingkat, ia mengatakan untuk multi mezanine.

Rumah ini memakai panggilan setiap tingkat lantai jadi 1/2. Minimal ada 5 tingkat yang dipakai, dari mulai lantai 1/2 sampai lantai 2,5.

“Split house idenya, jadi ini ibarat style mezanine, ada lantai 1/2. Keseluruhannya ada 5 lantai, setiap lantai dihitung 1/2, dari mulai lantai 1/2 sampai 2,5. Sehingga kita ingin peroleh banyak ruang ditengah-tengah tempat yang sempit, hanya 90 mtr.,” papar Egha ke detikcom, Minggu (27/9/2020).

“Jika tempo hari saya baca ulasan orang luar, bilangnya ini ide multi mezanine split,” katanya.

Untuk menyiasati keinginan banyak ruang, oleh karena itu diambil ide split house.

Karena itu kita bikin lah ide split, jika hanya jadi dua tingkat kemungkinan tidak dapat banyak ruangnya,” papar Egha.

Keinginan lain client-nya ialah mendesak anggaran, oleh karena itu faksi Egha mengaplikasikan ide rumah tumbuh pada Splow House. Berapakah dana yang dihabiskan?

Untuk menampung keinginan client dalam mendesak anggaran, Egha menjelaskan faksinya pilih ide rumah tumbuh. Ide ini diaplikasikan di dalam rumah The Twins yang ada di Cipulir.

Seterusnya Halaman 1 2 Baca Video “Khasnya Rumah Magnet, Purworejo” [Gambas:Video 20detik] split house splow house delution rumah unik