Terakhir Pulih karena Pandemi

Epidemi virus Corona (COVID-19) berimbas pada mandeknya beberapa bagian, salah satunya yang terpengaruh terbesar ialah usaha atraksi.

Atraksi dengan cara langsung yang kumpulkan banyak massa, termasuk juga konser musik tidak bisa berjalan seperti harusnya karena virus COVID-19 gampang menyebar di keramaian.

Dalam dialog virtual Rintangan Industri Musik di Waktu Epidemi, pemerhati musik Wendi Putranto memprediksi usaha atraksi bisa menjadi bagian yang sangat paling akhir sembuh saat epidemi.

“Industri showbiz atau moment konser musik akan jadi yang sangat paling akhir kembali pada keadaan awal. Sebab industri ini ialah industri yang ngumpulin banyak orang bisnisnya,” papar ia.

“Ini industri yang mengundang keramaian sampai beberapa ratus serta beberapa ribu (orang), keterlibatan pemirsa itu tidak bisa diacuhkan. Lihat ciri-ciri bisnisnya, ini tidak akan berjalan cepat, akan berjalan serta dapat satu tahun atau 2 tahun,” tambahnya.

Walau selama saat epidemi konser virtual banyak berjalan, namun Wendi Putranto lihat jika konser musik virtual untuk substitusi serta pilihan.

Karena ada beberapa hal yang tidak bisa terpindahkan oleh konser virtual dalam konser musik dengan cara langsung.

“Tidak dapat gantikan intimasinya, interaksinya, pengalaman jika kita tonton konser dengan cara langsung. Memang cukup berat sich. Tetapi ya ingin tidak mau,” tutur ia.

Acara seni itu mencakup konser serta festival musik, festival film, atraksi teater serta pameran seni rupa.

Baru saja ini, salah satunya festival musik lintas jenis yang diadakan tahunan, Synchronize Fest, memberitahukan penangguhan acaranya pada tahun ini.

Awalnya, beberapa festival musik sudah mengatakan penangguhan serta mengganti formatnya jadi virtual, salah satunya Flavs serta We The Fest 2020.

Leave a Reply

Your email address will not be published.