Petisi Tolak Konser Musik Pilkada

Komisi Penyeleksian Umum, diberitakan memberi izin untuk beberapa calon calon kepala wilayah mengadakan konser musik dalam rencana kampanye mendekati Penyeleksian Kepala Wilayah 2020.

Sesudah vokalis Tompi serta pemerhati musik Wendi Putranto yang dengan cara terus-terang menampik diselenggarakannya konser musik dalam rencana kampanye Pemilihan kepala daerah 2020, sekarang gantian Franki Indrasmoro Sumbodo atau Pepeng dari group Lugas yang mengungkapkan ketidaksetujuannya.

Dalam kicauan di account Twitter-nya, Pepeng tuliskan bagikan tuntutan yang berisi penampikan pada ketentuan diperkenankannya konser musik berjalan untuk serangkaian dari kampanye mendekati pemilihan kepala daerah.

Pepeng tuliskan, “Untuk jaga prosedur kesehatan di Indonesia selama saat epidemi Covid-19 ini, gue terdorong untuk ikut sebarkan tuntutan ini.”

Dianya lantas bagikan link di change.org yang diawali oleh Dade MSS Funkadelic.

“Epidemi COVID-19 semasa 7 bulan ini jadikan beberapa pekerja seni sangat terpaksa mengalah tidak untuk bisa cari nafkah serta kerja. Hampir Beberapa ribu cuma bisa lakukan kerjanya lewat online serta dibatasi dengan adanya banyak ketentuan,” catat info dalam tuntutan itu.

“Belum final, belum final.

Viryan menerangkan tiap input dari warga masalah ketentuan konser musik pada kampanye di Pemilihan kepala daerah 2020 jadi alasan KPU. Bertambah jauh ia merekomendasikan sebetulnya konser musik di waktu kampanye bisa dilaksanakan dalam pola virtual.

“Malah adanya input dari warga jadi alasan kami untuk memerhatikan atau menimbang kembali lagi hal itu. Dalam dialog kami, bahasan kami, pekerjaan konser musik itu jangan dimengerti seperti konser musik biasa,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.