January, 2021

now browsing by month

 

3 Fakta Rumah Mungil

Rumah itu namanya Splow House serta menyapu penghargaan rumah kecil pilihan warga pada tempat Arthicizer Award pada tahun 2017.

Sama dengan The Twins, Splow House dikerjakan bentuknya oleh perusahaan arsitektur anak negeri, Delution. Ke detikcom, CEO Delution Muhammad Egha menerangkan sangkut-paut rumah Splow House.

Rumah mungil ini dibuat di atas tempat seluas 90 mtr. persegi. Pembangunannya usai seputar tahun 2016. Di bawah ini 3 bukti menariknya.

1. Mengangkat Ide Split House

Egha menerangkan ide Split House ialah implikasi style mezanine di rumah yang bertingkat, ia mengatakan untuk multi mezanine.

Ia menerangkan rumah ini memakai panggilan setiap tingkat lantai jadi 1/2. Minimal ada 5 tingkat yang dipakai, dari mulai lantai 1/2 sampai lantai 2,5.

“Split jadi idenya, jadi ini ibarat style mezanine, ada lantai 1/2. Keseluruhannya ada 5 lantai, setiap lantai dihitung 1/2, dari mulai lantai 1/2 sampai 2,5. Sehingga kita ingin peroleh banyak ruang ditengah-tengah tempat yang sempit, hanya 90 mtr.,” papar Egha ke detikcom, Minggu (27/9/2020).

“Jika tempo hari saya baca ulasan orang luar, bilangnya ini ide multi mezanine split,” katanya.

Peranan yang lain juga bisa jadi fasilitas komunikasi antar tingkat lantai.

2. Punyai Ruang Banyak di Tempat Sempit

Untuk menyiasati keinginan banyak ruang, oleh karena itu diambil ide split house.

Karena itu kita bikin lah ide split, jika hanya jadi dua tingkat kemungkinan tidak dapat banyak ruangnnya,” papar Egha.

Di dalam rumah Splow House, Egha menerangkan lantai 1/2 dipakai untuk dapur, ruangan makan, serta kamar mandi tamu. Sesaat naik 1/2 lantai, dipakai untuk ruangan tamu.

Selanjutnya, di lantai selanjutnya alias lantai 1,5 ada kamar untuk anak serta ruangan kerja. Di lantai selanjutnya, dipakai untuk kamar penting pemilik rumah.

Paling akhir, lantai teratas dipakai untuk kamar asisten rumah tangga sekaligus juga untuk kerjakan pekerjaan rumah. Dari mulai kepentingan bersihkan pakaian, menjemur pakaian, sampai menyetrika pakaian.3 Fakta Rumah Mungil

Vicky Prasetyo Siap Comeback

Vicky Prasetyo sekarang telah memperoleh penundaan penahanannya atas masalah pencemaran nama baik oleh Angel Lelga. Vicky diperkenankan meneruskan kerjanya semenjak 17 September 2020.

Waktu penundaan Vicky sekarang ini benar-benar ingin dia gunakan sebaik-baiknya. Vicky akui banyak mendapatkan makna yang didapat waktu mendekam ke-2 kalinya di rutan.

Buat Vicky, kebebasan jadi benar-benar mahal buatnya saat dua bulan bertambah jalani waktu kurungan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat. Vicky berasa makin dekat sama yang maha kuasa untuk tempat mengadu serta menyerah diri.

“Yang tentu apa saja yang kalian targetkan, Tuhan itu untuk maha kuasa. Takdir atas apa sebagai kehidupan,” sambungnya.

Diteruskan Vicky Prasetyo, sekarang dianya siap kerja kembali lagi di dunia pertunjukan. Vicky akui tengah meningkatkan usaha di bagian selingan Tanah Airnya.

Diterangkan bekas pacar Zaskia Gotik ini, sekarang dia tengah fokus untuk jalankan bisnisnya. Vicky berasa tidak cuma dapat menghibur di dunia tv, tetapi dia masih dapat berkreasi di belakang monitor tv.

“Ya alhamdulillah saya membuka VIP Pertunjukan. Nah VIP Pertunjukan itu ya ada production house, ada aktris manajemen ada konten digital dan ada aplikasi. Jadi satu usaha itu,” katanya.

“Semoga kecuali saya syuting, saya mulai bangun kerajaan usaha saya serta dapat lebih bagus,” lebih Vicky.

Sesudah jalankan beberapa gagasan dalam profesinya, sekarang Vicky akui belumlah ada lagi yang akan dia raih. Dia sekarang bertambah ingin banyak berdoa serta menyempatkan diri untuk mendekatkan ke si pencipta.

“(Pencapaian baru) Tidak ada sich, yang tentu berdoa saja semakin banyak waktu kita bikin Tuhan saja,” katanya.

Nah itu saya bertambah janji saya saja pada Allah,” tutup Vicky Prasetyo.

Diketahui, walau telah diberi waktu penundaan penahanan, Vicky belum seutuhnya bebas dari hukuman. Vicky harus terus ada dalam sidangnya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Berkaitan dengan hal tersebut, Vicky memperjelas dianya akan siap ada penuhi agenda sidangnya.

Pelarian Pasha Ungu Usai Gagal

Sigit Purnomo Said atau Pasha selama ini dikenal sebagai vokalis dari band Ungu. Namun kini dirinya mencoba untuk mengembangkan kariernya di dunia tarik suara dengan proyek solonya.

Pasha mengeluarkan album berjudul Di Atas Langit dengan lagu Sumpah Demi Apa sebagai single-nya.

Ada tiga lagu yang ditulis Pasha dalam album itu, sisanya ditulis oleh musisi asal Palu, Veki Vischer.

“Selain punya track record baru di dunia rekaman sebagai solois, ada misi yang lain, yaitu membantu mengangkat musisi daerah yang terlibat dalam album solo. Ada sahabat-sahabat saya dari kota Palu yang mengisi instrumen musiknya. Saya kira, hal itu memberikan nuansa yang berbeda,” ujar Pasha.

“Gue berpikir, kapan lagi gue lakuin ini bareng teman-teman di Palu jelang akhir masa jabatan gue,” kata Pasha lagi.

Meski demikian, Pasha membantah dirinya mengeluarkan proyek musik solonya karena gagal melaju sebagai bakal calon wakil gubernur Sulawesi Tengah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020.

“Kalaupun berhasil maju di Pilkada Sulawesi Tengah, album ini juga akan keluar karena proyeknya sudah lama,” ungkap Pasha.

Ketika ditanyai mana yang dia pilih antara musik dan politik, Pasha pun enggan memilih salah satunya. Sebab baginya, keputusan politik juga sedikit banyak akan berpengaruh bagi musik.

“Musik itu ada kapan pun dan dimana pun, jadi agak susah kalau ditanya musik atau politik (karena) keputusan politik juga bersangkutan dengan musik,” jelas dia.

Akan tetapi, lebih jauh Pasha mengatakan bahwa musik adalah hal pertama yang membuatnya jatuh hati. Maka hingga kapan pun, dirinya tidak akan meninggalkan dunia musik.

“Saya hidup dari musik. (Musik adalah) sesuatu yang spesial dan saya nggak bisa keluar. Ini cinta pertama saya,” terang dia.

Untuk melengkapi perilisan album solonya, Pasha juga mengeluarkan video klip dari single Sumpah Demi Apa. Sedangkan lagu-lagu dalam albumnya telah dapat didengarkan di berbagai layanan streaming sejak pekan lalu, 18 September 2020. 

Terakhir Pulih karena Pandemi

Epidemi virus Corona (COVID-19) berimbas pada mandeknya beberapa bagian, salah satunya yang terpengaruh terbesar ialah usaha atraksi.

Atraksi dengan cara langsung yang kumpulkan banyak massa, termasuk juga konser musik tidak bisa berjalan seperti harusnya karena virus COVID-19 gampang menyebar di keramaian.

Dalam dialog virtual Rintangan Industri Musik di Waktu Epidemi, pemerhati musik Wendi Putranto memprediksi usaha atraksi bisa menjadi bagian yang sangat paling akhir sembuh saat epidemi.

“Industri showbiz atau moment konser musik akan jadi yang sangat paling akhir kembali pada keadaan awal. Sebab industri ini ialah industri yang ngumpulin banyak orang bisnisnya,” papar ia.

“Ini industri yang mengundang keramaian sampai beberapa ratus serta beberapa ribu (orang), keterlibatan pemirsa itu tidak bisa diacuhkan. Lihat ciri-ciri bisnisnya, ini tidak akan berjalan cepat, akan berjalan serta dapat satu tahun atau 2 tahun,” tambahnya.

Walau selama saat epidemi konser virtual banyak berjalan, namun Wendi Putranto lihat jika konser musik virtual untuk substitusi serta pilihan.

Karena ada beberapa hal yang tidak bisa terpindahkan oleh konser virtual dalam konser musik dengan cara langsung.

“Tidak dapat gantikan intimasinya, interaksinya, pengalaman jika kita tonton konser dengan cara langsung. Memang cukup berat sich. Tetapi ya ingin tidak mau,” tutur ia.

Acara seni itu mencakup konser serta festival musik, festival film, atraksi teater serta pameran seni rupa.

Baru saja ini, salah satunya festival musik lintas jenis yang diadakan tahunan, Synchronize Fest, memberitahukan penangguhan acaranya pada tahun ini.

Awalnya, beberapa festival musik sudah mengatakan penangguhan serta mengganti formatnya jadi virtual, salah satunya Flavs serta We The Fest 2020.

Petisi Tolak Konser Musik Pilkada

Komisi Penyeleksian Umum, diberitakan memberi izin untuk beberapa calon calon kepala wilayah mengadakan konser musik dalam rencana kampanye mendekati Penyeleksian Kepala Wilayah 2020.

Sesudah vokalis Tompi serta pemerhati musik Wendi Putranto yang dengan cara terus-terang menampik diselenggarakannya konser musik dalam rencana kampanye Pemilihan kepala daerah 2020, sekarang gantian Franki Indrasmoro Sumbodo atau Pepeng dari group Lugas yang mengungkapkan ketidaksetujuannya.

Dalam kicauan di account Twitter-nya, Pepeng tuliskan bagikan tuntutan yang berisi penampikan pada ketentuan diperkenankannya konser musik berjalan untuk serangkaian dari kampanye mendekati pemilihan kepala daerah.

Pepeng tuliskan, “Untuk jaga prosedur kesehatan di Indonesia selama saat epidemi Covid-19 ini, gue terdorong untuk ikut sebarkan tuntutan ini.”

Dianya lantas bagikan link di change.org yang diawali oleh Dade MSS Funkadelic.

“Epidemi COVID-19 semasa 7 bulan ini jadikan beberapa pekerja seni sangat terpaksa mengalah tidak untuk bisa cari nafkah serta kerja. Hampir Beberapa ribu cuma bisa lakukan kerjanya lewat online serta dibatasi dengan adanya banyak ketentuan,” catat info dalam tuntutan itu.

“Belum final, belum final.

Viryan menerangkan tiap input dari warga masalah ketentuan konser musik pada kampanye di Pemilihan kepala daerah 2020 jadi alasan KPU. Bertambah jauh ia merekomendasikan sebetulnya konser musik di waktu kampanye bisa dilaksanakan dalam pola virtual.

“Malah adanya input dari warga jadi alasan kami untuk memerhatikan atau menimbang kembali lagi hal itu. Dalam dialog kami, bahasan kami, pekerjaan konser musik itu jangan dimengerti seperti konser musik biasa,” katanya.

Konser Musik Pilkada Sebaiknya Dilarang

Presiden Joko Widodo, sudah memperjelas tingkatan penerapan pemilihan kepala daerah serempak di 270 wilayah tidak dipending walau epidemi virus COVID-19 masih berjalan di Indonesia.

Hal tersebut dikatakan jubir kepresidenan Fadjroel Rachman melalui tayangan wartawan, Senin (21/9/2020). Berarti, Indonesia tetap membuat pemilihan kepala daerah serempak pada 9 Desember 2020.

Terakhir, tersebar ketentuan yang seolah memberi lampu hijau atas diperkenankannya konser musik berjalan dalam rencana kampanye akan calon kepala wilayah mendekati pemilihan kepala daerah 2020.

Izin itu ditata dalam klausal 63 ayat (1) Ketentuan KPU (PKPU) Nomor 10 Tahun 2020 mengenai Pemilihan kepala daerah di Tengah Musibah Non Alam Virus Corona, yang diberi tanda tangan oleh Ketua KPU Arief Budiman pada 31 Agustus 2020.

Ketentuan itu bukan hanya jadi perhatian, tetapi melahirkan protes dari golongan musisi serta pegiat musik. Serta ada tuntutan yang mengatakan penampikan pada ada konser musik dengan cara langsung mendekati Pemilihan kepala daerah.

Menurut pemerhati musik, Wendi Putranto, dalam dialog virtual Rintangan Industri Musik di Waktu Epidemi, Senin (21/9), ada konser mendekati pemilu mempunyai potensi jadi parah penebaran virus COVID-19. Ditambah jika konser itu dilaksanakan di beberapa wilayah.

“Pasti tercatat konsernya akan diadakan dengan pemirsa itu optimal 100 orang, 100 orang itu apa itu bukan keramaian?” papar ia.

“Mereka akan membuat super spreader. Ini akan berlangsung di sejumlah wilayah, itu akan berlangsung penyebaran baru, apa tidak bisa menjadi cluster yang besar?” sambungnya lagi.

Bertambah jauh Wendi Putranto memberikan tambahan peranan musik dalam pemilu sebetulnya hanya untuk fasilitas pengumpul waktu. Jika akan calon sudah diketahui dengan kuat di wilayahnya, semestinya konser musik yang bisa memunculkan kekuatan keramaian tak perlu dilaksanakan.

“Musik itu (dalam pemilu) peranannya untuk vote gathers saja, jadi pengumpulan massa semakin lebih efisien jika memakai musik,” tuturnya.

Prambanan Jazz Beralih Virtual

Prambanan Jazz Festival 2020 yang awalnya diperkirakan untuk diadakan dengan cara langsung sangat terpaksa memberitahukan perkembangan pola sesuaikan dengan perubahan terbaru epidemi COVID-19 yang tidak segera usai.

Festival musik jazz tahunan yang tetap diadakan di teritori Candi Prambanan itu tetap terlaksan semasa 2 hari pada 31 Oktober serta 1 November 2020, namun acara itu berjalan dengan cara virtual.

Pada awalnya, faksi panitia sudah mengusahakan supaya konser masih bisa diadakan dengan beberapa limitasi serta rekonsilasi sesuai prosedur kesehatan yang berlaku. Tetapi ternyata gagasan itu harus dibatalkan sebab terhalang perizinan.

“Kami pada akhirnya tempo hari berusaha sampai titik akhir.

Meskipun begitu, Anas Alimi akui maklum dengan ketentuan yang berlaku. “Kami benar-benar mengetahui benar konsisi saat ini benar-benar harus diakui dari segalanya termasuk juga efek,” sambung ia.

Walaupun terhalang perizinan untuk membuat acara dengan cara langsung, namun menurut pelaksana, Prambanan Jazz tetap harus berjalan. Oleh karenanya mereka pada akhirnya pilih pilihan perubahan pola jadi virtual.

“Prambanan Jazz tahun ini dilaksanakan dengan cara virtual, kami ingin jadi pemberi tanda kami masih ada. Minimal Prambanan Jazz dapat jadi obat kangen. Jadi masih ada sebab masih ada pemberi tanda,” kata Anas.

“Ini kami memberi respon situasi yang ada, jadi ini yang kami kerjakan. Prambanan Jazz masih ada waktu epidemi diselenggarakan di venue Prambanan, 2 hari, ditayangkan dengan cara live broadcast,” tuturnya lagi.

Jadikan Kim Mingyu Inspirasi

Amanda Caesa sekarang sudah mempunyai dua single, yaitu Even If You Aren’t There for Me serta Half of Soul. Putri dari komedian Parto itu mengawali profesi bermusiknya pada 2019 dengan mengeluarkan single pertama.

Waktu berkunjung ke kantor detikcom belakangan ini, Amanda Caesa bagikan idenya saat dia menulis Even If You Aren’t There for Me.

Ia menjelaskan lagu itu pergi dari kesukaan pada figur Kim Mingyu yang disebut personil dari boyband asal Korea Selatan, Seventeen.

Sebab demikian menyukai Kim Mingyu, dia memikirkan untuk fans. Serta dia ikhlas akan ada untuk pujaannya walau juga tidak mengenalinya dengan cara pribadi.

Sesudah lagu untuk Mingyu itu ditulisnya, dia mulai berasa semakin lebih berkaitan dengan beberapa pendengar jika lagu itu dibikin seakan cerita percintaan di sehari-harinya yang bisa dirasakan seseorang.

“Tetapi semakin lama sepertinya semakin nyaman serta lebih relatable jika narasi mengenai orang yang kekasihan tetapi cintanya bertepuk samping tangan,” katanya.

Sedang single ke-2 yang berjudul Half of Soul menceritakan mengenai rasa patah hati yang dalam sesudah putus cinta dengan pacar.

Menurut Amanda Caesa, dia menulisnya berdasar narasi yang dia dengar dari beberapa temannya

“Saya belum eksper sebenernya, tetapi teman-temanku ada yang sharing jadi saya tuangin saja ke lirik saya,” sambung Amanda.

Ide dari lagunya umumnya tiba dari narasi rekan, film yang dilihatnya serta lagu yang ia dengarkan.

“Soalnya jika cerita cintaku sendiri, saya sedikit eksper jadi jika diangkat ke lagu sepertinya kurang menarik. Pada akhirnya saya banyak mencari dari dunia luar, dari curhatan teman, film yang saya saksikan, atau lagu-lagu,” tuturnya lagi.

Makna Sebenarnya Lagu Genjer-Genjer

Genjer-Genjer sejauh ini jadi lagu yang ditakuti serta seringkali dikait-kaitkan dengan Partai Komunis Indonesia (PKI). Bagaimana tidak, dalam film Pengkhianatan G30S/PKI garapan sutradara Bijakin C. Noer, lagu itu diperlihatkan dalam adegan saat beberapa para jenderal tengah disiksa oleh anggota Gerwani.

Terakhir, kita saling mengenali jika apakah yang ada pada film itu bukan lah bukti riwayat, tetapi ada faktor fiksi didalamnya. Namun, lagu itu masih menempel dengan PKI sebab pernah dipakai oleh partai itu saat berkampanye dahulu.

Disatukan dari beberapa sumber, Genjer-Genjer sebetulnya adalah lagu rakyat yang dibuat oleh seniman angklung asal Banyuwangi namanya Muhammad Arief.

Lagu itu terbentuk pada 1942 di waktu sebelum Indonesia merdeka. Saat menulisnya, M Arief ingin memvisualisasikan kesengsaraan rakyat Banyuwangi yang saat itu tengah dijajah oleh Jepang.

Tanaman genjer (limnocharis flava) adalah tanaman gulma yang tumbuh di rawa serta sering dikonsumsi itik.

Lagu berisi kritikan sosial itu selanjutnya jadi terkenal sesudah dinyanyikan oleh Bing Slamet serta Lilis Suryani pada 1962.

Keterkenalan lagu yang bercerita tentang perjuangan kelas akar rumput itu, selanjutnya digunakan oleh PKI menjadi lagu kampanye buat mereka.

Semenjak itu citra lagu Genjer-Genjer demikian lekat dengan PKI. Serta sampai sekarang, sesudah beberapa puluh tahun berlalu semenjak kejadian 30 September 1965, lagu itu serta PKI masih sering dihubung-hubungkan.

Berikut lirik dari lagu Genjer-Genjer:

Genjer-genjer nong kedokan pating keleler

Genjer-genjer nong kedokan pating keleler

Emaké thulik teka-teka mbubuti génjér

Emaké thulik teka-teka mbubuti génjér

Emake jebeng padha tuku nggawa welasah

Genjer-genjer saiki wis arep diproses

Genjer-genjer mlebu kendhil wedang gemulak

Genjer-gnjer mlebu kendhil wedang gemulak

1/2 mateng dientas ya dienggo iwak

1/2 mateng dientas ya dienggo iwak

Sega sak piring sambel jeruk ring pelanca

Amanda Caesa Cerita Masa Kecil

Amanda Caesa belum pernah menduga dianya akan betul-betul masuk ke industri musik serta meniti karier untuk vokalis. Dianya sudah menyenangi musik sejak dari lama, namun untuknya musik tidak lebih dari sebatas hoby.

Ia menceritakan minatnya di dunia musik tumbuh dari si ayah yang disebut komedian Parto. Parto bisa mainkan beberapa alat musik. Ia juga dikenalkan musik oleh si ayah.

Namun, di waktu kecilnya, Amanda Caesa tidak langsung dikenalkan oleh musik pop. Lagu-lagu punya almarhum Benyamin Sueb ialah lagu-lagu pertama yang ia dalami bersama-sama ayahnya.

“Papaku sendiri memang bermusik sekali, ia dapat main suling, gitar, piano sepertinya nurun ke saya sich. Dahulu seringkali sekali karaokean sama Papi, tetapi bukan lagu pop, tetapi lagu Benyamin, lagu dangdut,” ingat Amanda Caesa.

Sesudahnya dia juga pelajari mainkan gitar dengan cara otodidak. Amanda Caesa akui lihat tutorial bermain gitar di YouTube dan belajar dari temannya.

Baru pada 2019, dianya mulai membulatkan tekad masuk ke dunia musik dengan cara serius. Pada awal tahun, dianya sudah membuat resolusi ingin menulis lagu pada tahun itu.

Meskipun begitu, dianya belum pernah berencana untuk meluncurkan lagu yang ditulisnya dengan cara serius.

“Awalannya ini, ini aneh bgt, saya buat resolusi 2019, saya catat ingin buat lagu.

Musikus kelahiran 23 Desember itu pada akhirnya coba memperdengarkan lagu yang dia catat pada orangtua, kakak serta beberapa temannya. Mereka juga memberi suport pada Amanda Caesa untuk keluarkan lagu yang ditulisnya dengan cara sah.

“Cocok orangtua tahu lgsg diminta diseriusin saja, diminta rekaman dan sebagainya. Awalannya saya tidak PD, sebab saya awalannya buat lagu untuk kesenengan diri kita saja,” tutur ia.